Postingan

Pintu hati

Gambar
''Dari Nara Nami'' Cerita ini ada karna ada aku dan dia yang memutuskan untuk hidup seperti ini. Dia diam dan akupun diam . Maka jangan salahkan aku, jika aku memutuskan untuk menunggunya, hingga ia benar-benar berani untuk mengatakannya. Mengatakan sesuatu yang ada. Sesuatu yang ada di sini. Ada dihati. Hati kita. Hati aku dan dia. Ada sesuatu . Aku mengenalnya dikala sore tersenyum sejuk. Aku berteman dengannya dikala mendung tersenyum indah. Aku bersahabat dengannya dikala hujan memutuskan untuk jatuh kehati bumi. Tapi sampai saat ini, aku tidak pernah tahu, sejak kapan aku mulai memikirkannya? Ia begitu sederhana. Tapi ia membuat duniaku terasa berbeda. Entah karna apa. Entah karna ia selalu menemaniku. Atau mungkin karna ia memang temanku. Kesalahanku, Karna aku hanya diam membiarkan perasaan ini. Meskipun aku mencoba untuk memenjarakan semua rasa. Tapi ia ternyata lebih bisa memainkan rasa. Rasa sakit saat ia pergi. Rasa riang saat ia ada. Rasa sendu saat ad...

Maling Sewot

Ini cerita enam tahun lalu. Yaa, sekitar itu lah. Waktu almarhum nenek gue masih ada. Ohiya, kalo diinget-inget, almarhum itu adalah orang yang paling stylish dikeluarga gue. Bayangin aja, ketika sekarang lagi musim baju kelelawar, dia udah punya. Ketika lagi musim baju bunga-bunga, apalagi, dia juga punya banyak. Mungkin klo dia masih ada sekarang, dia bisa jadi model baju kaftan. Maka gua putuskan, lebaran tahun itu, gue beli baju lebaran dibimbing sama si empunya stylish. Oke. tanah abang. Beliau emang paling hobi belanja di tanah abang. Dulu, waktu jaman-jamannye tu tanah jaya banget, almarhum emang salah satu langganan tetap disana. Akhirnya kita berdua putuskan buat berangkat pagi-pagi naik kereta pertama. Menurut perhitungan, harusnya kereta pertama bisa menjamin kita dapet duduk dan gak penuh-penuh amat. Ternyataaaaa, sama aja. Waktu di stasiun pertama emang masih kosong, selanjutnya mulai banyak orang, dan selanjutnya lagi tu orang-orang mulai kebanyakan. Arrrrrgh, kalo keret...

Sang Pemilik Nama

Gambar
Wahai sang pemilik nama Bisakah kita tidak usah banyak bertanya Darimana asal cinta Dan akan kemana dibawa cinta Wahai sang pemilik nama Bisakah beda itu tak nyata Antara kita Dan Sang Pencipta Wahai sang pemilik nama Bisakah aku berhenti sekarang Meninggalkanmu lalu pulang Mungkin besok, lusa, atau, tidak kemana-mana Wahai sang pemilik nama Bisakah ada sebuah pinta sederhana Aku Kamu Slalu ada Itu saja.

(Cerpen Fiktif) Let me judge

Gambar
”Kayanyaaaaa, kamu itu suka type cowok yang nakal ya? Karena menurut kamu, cowok yang nakal itu lebih menantang dibanding cowok yang duduk kalem dikelas sambil nyatet-nyatet gak jelas? Pesen aku sih, mending kamu jalanin aja dulu sama cowok yang ada didepan kamu. Kita kan gak pernah tahu dia baik atau nggak kalo kita nggak pernah coba. Kalo kamu berideologi, buat anak jangan coba-coba, lah, emangnya kita umur berapa masih dibilang anak-anak? Ya gak?!”                 Perempuan itu, ya, perempuan itu, perempuan yang duduk ditengah kerubunan masa. Ia memang baru kelas 2 SMA. Tapi siapa yang tahu, anak itu mampu membaca pikiran orang lain. Ini bukan tentang ilmu sihir ataupun ramalan dari dunia hitam. Ini hanya soal membaca tangan, wajah, dan emosi. Semua orang mengenalnya rata-rata karena keistimewaannya saat menjadi pendengar yang baik. Ia memang orang paling peka yang kukenal. Hanya dari cara bicara saja, ia bisa...

Positive?

Kemarin. Ya, ya. Seinget gue baru kemarin. Tiba-tiba masuk rumah sakit. Untungnya gak buru-buru masuk UGD. Kayaknya gak perlu disebutin rumah sakit apa. Yang jelas, ini salah satu rumah sakit terkenal disini. Ini emang baru pertama kalinya gue masuk rumah sakit dikota ini. Berbekal kartu mahasiswa, biasanya gua milih alternative berobat gratis, tapi kali ini lain, dan gak main-main. Pilihannya Cuma satu, berobat di rumah sakit, atau kata lainnya, berobat bayar. Awalnya biasa saja, ke meja pendaftaran, ketemu pegawai rumah sakit dengan senyum ramah, ngisi formulir, dan dia nunjuk satu ruangan ” silahkan masuk ke ruang itu ” Disini suasa mulai mistis,langkah kaki semakin berat, terdengar nyanyian susanaaaa. Lebayyyy.. Krkkkkkk.. Pintu itu didorong. Pas gua masuk, ada dua suster nyuruh duduk. (yang tadinya gua fikir itu satu suster satu dokter)  ” Mbak Rara ya ? Apa keluhannya? ” ” Sesak nafas. ” ” Hah ? asma? ” Yeee, dia malah nanya lagi. Asma sama sesak nafas beda kali. ” Sesak nafa...

Secangkir Javabica

Gambar
‘Hai coffee , Salam kenal.’ Ia sahabat baruku. Meski sudah lahir dan ku hafal namanya sejak lama. Tapi kami baru saja berteman, pada satu pagi. Alsannya sederhana, karena dulu aku bersugesti akan caffein tinggi pada kadar coffee. Dan itu cukup membuat ku mabuk, keluar masuk kamar kecil, dan cedera ringan pada sugesti sakit kepala. tapi itu dulu, dulu sekali. Sebelum aku merasa sendirian. Kami berdua membuat kesepakatan, kami hanya akan bercinta di pagi hari. Sementara pada malam harinya, ia ku sudutkan pada kandangnya di toples jendela. Ia menerima kesepakatan itu, mungkin karena ia tidak bisa bicara. Ia hanya mendengar, tapi bersedia setia. Dan saat itu, aku mulai menyukainya. Rasa iri itu timbul pada eskrim coklat. Ia jauh lebih mempesona dibanding secangkir coffee. Dan coffee, mempersilahkan ku mendua.  Satu-satunya alasan kenapa ia diam adalah, karena coffee tidak punya pilihan lain. Ia hanya coffee. Dan itu kalimat terbaiknya, ‘ia hanya coffee’ . Tanpa meminta apa-apa, ia terl...

Ngedadak jadi Tour Guide Jogja

Gambar
WELCOME IN YOGYAKARTA Ini emang bukan mata pencaharian yang menghasilkan uang, malahan ini pekerjaan yang cukup menguras kantong. tapi kalian mesti tau, kalo ini tu menyenangkan. Resiko kuliah di kota wisata emang berakibat fatal gara-gara banyak orang luar yang tergiur jalan-jalan. mereka anggap, mumpung ada temen, jadi manfaatkanlah . sial . haha tapi no problemo, selama itu have fun fun fun fun i got you diawali dengan Tugu Jogja patokan perdamaian warga jogja ini dulu sebenarnya lebih tinggi. kemudian di rombak oleh warga Belanda dengan alasan untuk memencarkan kemasyarakatan dan kebudayaan yang ada, nyata, husssssss, gak mempan tuh. al-hasil, warga jogja tetep rukun dan damai, walaupun ukuran tugu nya lebih mini daripada sebelumnya. Nahhh, ini namanya Tamansari Bangunan tua milik kraton ini emeng objek wisata yang ramai dikunjungi wisatawan. mulai dari tempat pre-wedding sampai syuting. yee, seriusan. tempatnya memang agak sulit kalo gak punya peta. soalnya, rumah-rumah warga ya...