Postingan

I found my happiness

Aku masih ingat ketika dua tahun lalu ada seseorang mengajukan pertanyaan sederhana yang ku rasa sulit ku jawab. ‘Apa cita-cita kamu’. Beberapa detik setelah itu biasanya aku cuma diam sambil mencoba berfikir keras dan mereka ulang apa yang ingin kulakukan pada masa depan, ‘aaaa..’ tapi belum ku temukan jawabannya. ‘Kamu gak punya keinginan’ ia bertanya sekali lagi. ‘Klo cita-cita, kayanya aku belum punya. Tapi klo keinginan, kayanya aku Cuma mau kebahagiaan.’ Jawab ku sambil tersenyum. ‘Cuma itu.’ Ia tertawa tipis. ‘Hey, kebahagiaan itu banyak artinya.’ Argumen itu seolah-olah menganggap ku gila. ‘Hey, kebahagiaan itu gak bias diartiin.’ Jawab ku pasti. ‘Oooouuukeyyy, Kamu percaya.’ ‘Percaya apa.’ ‘Percaya klo aku bisa bikin kamu bahagia.’ Aku kembali diam. Mata kami saling bertatapan. Dan tersenyum. ‘Aku mau mewujudkan cita-cita kamu, untuk bahagia.’ Ucap mu setengah berbisik. Malam tahun baru ini. ‘Hey, Kamu tahu apa bedanya kamu sama kembang api’ Tanya ...

(Cerpen Fiktif) Dear Ibu..

Gambar
‘Kak, kakak pernah lihat Ibu’ Aku menoleh pada adik di sebelah ku. Ia adik ku, namanya Dava. Jika ku ingat berdasarkan kelahirannya, sepertinya ia sekarang berusia 7 tahun. Ia memang bukan adik kandung ku. Tapi kami berkeluarga. Kami tinggal di panti asuhan yang sama. Namanya ‘Kasih Ibu’. Tapiiii, kita semua disini sepertinya tidak punya Ibu kandung, yang kami punya hanya Ibu Mariam, pemilik panti ini. Sekalipun ia menganggap kami semua adalah anaknya dan kami menganggap Ibu Mariam adalah Ibu kami, tapi sedikit sekali waktu yang bisa kita dapatkan dari beliau. Beberapa bulan ini, Ibu berkepala empat ini mulai sibuk mencari dana karena ia tidak ingin kami putus sekolah. Ia memang baik, baikkk sekali. Ibu Mariam memang suka pada anak-anak, sayangnya semenjak suaminya meninggal pada kecelakaan pelatihan TNI beliau memutuskan untuk tetap setia sekalipun sang suami tidak meninggalkan buah hati. Sekarang Ibu Mariam bersama sekitar 23 anak panti lainnya hidup didalam rumah warisan almarh...

(Cerpen) Bukti Cinta Ibu untuk Ayah

Gambar
Ini masih terlalu dini untuk bangun tidur. Rasanya masih sekitar jam satu. Malam itu aku mendengar suara sesorang tersengguk-sengguk seperti sehabis menangis. Aku mencoba mencari kejelasan dalam telingaku. Sepertinya itu ibu. Kemudian aku intip perlahan. Ia duduk diatas sajadahnya lengkap dengan mukena dan Al-Quran. Aku sudah sering melihatnya mengaji setelah tahajud. Tapi pemandangan ini lain, ia menangis. Dan aku tidak tahu kenapa. Aku mungkin anak bodoh, yang malah canggung untuk bertanya pada Ibu, kenapa ia menangis. Tapi aku memang tidak tahu harus berbuat apa. Pagi harinya, seperti biasa Ibu menyiapkan sarapan dan membantuku bergegas kesekolah. Kali ini pemandangan nya berbeda. Ia tersenyum seperti biasa. Tetap sigap menjadi ibu rumah tangga. Aku malah jadi berfikir, ahh mungkin yang semalam ku lihat itu mimpi. dan aku jalani hari ini seperti biasa, tanpa bertanya dan membahas kabar Ibu. Beberapa bulan kemudian. Sewaktu subuh, Ibu berteriak, mengadu kesakitan. Aku s...

(Cerpen) Malaikat ku

Gambar
Aku menyayanginya. Sungguh. Aku memang menyayanginya lebih dari apapun, bahkan lebih dr diriku sendiri. entah karena apa, mungkin karena tidak ada orang lain yg bisa kusayangi. Atau mungkin karena aku memang tidak punya siapa-siapa lagi selain dia. Perempuan itu berdiri didepan SD swasta, berjualan gorengan seperti biasa. Tubuhnya yg terkena panas nya wajan membuat nya nampak hangat dan menyenangkan. Aroma tubuhnya yang bahkan hampir sulit dibedakan dengan aroma jajanan gorengan nya pun sama-sama ku suka. Aku? Aku adalah seorang Tukang becak yang sudah saban hari memarkirkan kendaraan ku di sekitar SD. Aku bahkan sudah lupa, sejak kapan aku menjadi tukang becak. Setahu ku, saat usia ku masih belasan, seorang tetangga berusia renta memberiku becak tua nya, karena ia akan ikut dengan anak serta menantunya ke Jakarta. Ia bilang, lebih baik aku bekerja daripada luntang lantung seperti anak muda di warung kopi yg malah lebih sering minum bir dibanding kopi. Akhirnya aku terima becak...

Usia Emosi

Gambar
Tanpa kita sadari, emosi didalam diri kita itu memiliki usia masing-masing. Ketika kita berulang tahun, kita selalu berharap panjang umur, tapi hanya sebagian yang menyadari bahwa ketika usia semakin dewasa, maka emosi pun akan semakin dewasa pula. Saat kita lahir hingga mulai berjalan, mungkin yang kita tangisi hanyalah meminta bantuan untuk makan, tidur, sampai buang air. Seluruh emosi kasih sayang terpusat pada diri kita. Ketika wajah kita mulai terbentuk dan memiliki raut-raut seorang anak, yang akan kita tangisi adalah meminta mainan, menonton tv, sampai jalan-jalan. Pada usia ini, apa yang kita lakukan, tidak akan pernah dianggap salah, karena terhitung pembelajaran. Baik itu menangis, memukul, ataupun merusak barang. Ketika kita mulai masuk sekolah dasar, kita akan menangis untuk tidak ditinggalkan oleh Ibu atau Ayah, dan sebaliknya, kita akan merasa senang ketika bertemu Ibu atau Ayah. Saat ini, kita akan merasa bahagia mengenal dunia diluar rumah. Mengenal nyanyian, tarian,...

Keutuhan apakah benar-benar Utuh?

Gambar
Aku masih ingat ketika beberapa waktu lalu kau membicarakan tentang filosofi keutuhan. kau bilang, utuh adalah sesuatu yang kau inginkan. utuh adalah keadaan dimana ketika kamu merasa sempurna baik dengan seseorang ataupun tidak. utuh yang kamu bicaran bagitu terkesan, ‘kamu siap dengan itu semua’. Tapi bagiku, utuh adalah disaat dimana kamu merasa bahagia dan siap tanpa suatu keterpaksaan. Kau bilang, utuh menurut argument ku itu salah. Karena aku berusaha mandiri tanpa orang lain, termasuk kamu. Sementara menurutku, utuh menurut argument mu itu salah, karena bagimu, kau akan merasa utuh meskipun tanpa aku. Lalu apa bedanya. Keutuhan yang kita perdebatkan kenapa terkesan retoris, padahal kita belum tentu utuh jika jalan sendiri-sendiri. Didunia ini tidak anda manusia yang benar-benar utuh kecuali ia telah mensyukuri hidupnya. Sama seperti kebahagiaan, utuh bisa terkesan mitos ketika kita berfikir bisa merasa bahagia setiap harinya. Jika itu bukan mitos, maka itu terlalu mahal untuk ...

Menempatkan Kedewasaan

Gambar
Aku tidak tahu dimana seharusnya dewasa itu ditempatkan. apakah ia datang dengan sendirinya. apakah ia datang setelah dijemput. ataukah ia datang hanya ketika di ingin kan. dewasaaa. ah, apa sih hebatnya kata itu. mungkin bagi sebagian orang, menjadi dewasa itu pilihan, sementara menjadi tua itu pasti. tapi dewasa itu memang harus benar-benar ditempatkan yang benar. kadang orang yang selalu terlihat dewasa malah akan terlihat tua. dan orang yang jarang terlihat dewasa malah dianggap kekanak-kanakan. maka, dewasa adalah pilihan mu. Dewasa itu sama seperti cantik, pintar, atau bahagia. semuanya relatif..